Tersenyumlah...Hidup Itu Indah
CEWEK…..Apakah Benar MATRE?

Di salah satu blog yang pernah saya kunjungi (tidak usah disebutin deh nama blognya), ada postingan mengenai Orang Jakarta yang (menurut pemilik blog itu) matre. Sebagai orang Jakarta (note : lahir dan besar di Jakarta), saya sedikit tersentak. Tapi, apa yang ditulis blogger ini ada benarnya kok.

Hare gene mana ada orang yang nggak matre? Seribu paling satu. Tapi bukan orang Jakarta saja lho! Semua orang dari berbagai suku bangsa pasti ada yang matre. Apalagi yang namanya cewek. Hmm, para kaum hawa yang baca tulisan ini mungkin langsung mendelik matanya.
Eits! Tunggu dulu! Saya bilang begini bukan tanpa dasar lho!

Well, mengapa saya bisa bilang CEWEK PADA DASARNYA MATRE?

Ada beberapa alasan sebenarnya tapi….
saya tidak mau membahasnya terlalu detail.
Saya hanya menyampaikan dua alasan yang saya dapatkan dari hasil pembicaraan dengan beberapa teman wanita.

- Wanita adalah mahluk paling konsumtif

Setiap kali saya jalan-jalan ke mal, saya suka memerhatikan siapa yang paling seru milih milih barang-barang yang di sale. CEWEK!

Even, di gerai baju cowok pun, pasti ketemu kaum hawa yang sibuk memilih kemeja, dasi atau ikat pinggang untuk sang kekasih/suami.

Kalau sudah ke mal, cewek bisa ‘kalap’ dan lapar mata. Yang nggak perlu dibeli jadi perlu bila ada sale. Biarpun duit di dompet ngepas, tapi kan ada kartu kredit. Kadang gak peduli dengan tagihan kartu kredit yang bakal membengkak.
(Hayo, para cewek ngaku aja deh…)

Enggak percaya? Coba deh, sekali-kali kamu ke mal dari jam buka sampai tutup. Lalu, hitung dan perhatikan berapa banyak mahluk berjenis kelamin cewek yang mondar mandir di mal. Pasti jumlahnya jauuuuuh lebih banyak ketimbang cowok. Berapa banyak pengunjung cewek yang pulang dengan tangan hampa? Pasti bisa dihitung dengan jari.

Nah, buat memenuhi sifat konsumtifnya - disadari atau tidak - cewek pasti punya ‘sense of matre’. Meskipun kadarnya berbeda-beda. Ada yang “LUAR BIASA MATRE, SETENGAH MATRE, SEUPRIT MATRE” Ada yang ngakunya gak matre, tapi sebenarnya matrenya minta ampun*

- Wanita karir yang mandiri

Jika kamu seorang wanita karir dengan penghasilan lumayan (setidaknya nggak usah minta lagi sama ortu atau pacar/suami), mungkin kamu akan mikir lebih lama ketika seorang pria - yang penghasilannya dibawah kamu – melamarmu menjadi isterinya.

Secara logika saja! Selama ini, kamu bebas membeli apapun yang kamu mau dengan penghasilanmu. Tapi kalau kamu menikah dengan seorang pria yang penghasilannya dibawah kamu, apakah kamu bisa hidup sesuai jumlah penghasilannya? Kalau bisa, saya acungkan jempol! Kamu pasti cewek langka. Berbahagialah pria yang jadi suamimu.

Tapiiii…pernah iseng2 diskusi dengan beberapa teman wanita (yang notabene wanita karir dengan penghasilan di atas 20 juta per bulannya),

Saya mendapatkan satu kesimpulan :
Cewek yang penghasilannya sudah lumayan guede biasanya akan mencari cowok yang lebih tajir ketimbang mereka. Minimal, sama tajirnya.

Berikut adalah cuplikan kalimat yang dilontarkan para cewek yang mengaku CEWEK MATRE :

“Gila aja kalo gue harus hidup menderita gara-gara married ama yg kere. Sekarang aja, gue udah cukup menderita karena harus banting tulang, peras keringat demi mencapai posisi manajer dan ngedapetin gaji yang gede. Masa, setelah married makin menderita karena suami gue bokek.

“Kalo suami gue lebih kere ketimbang gue, bisa-bisa gue yang membiayai rumah tangga. Ogah lha yauw!!”

“Mau gak mau, gue harus cari suami yang gajinya lebih gede ketimbang gue. Soalnya, kasihan dia juga. Nanti, dia merasa minder sendiri. “

“Gue nggak munafik kok! Gue memang matre. Hare gene, cinta aja gak cukup, non.”

“Makan tuh cinta. Kalo gak ada duit, apa bisa terus mesra? Perut lapar gak bisa kenyang hanya dengan kata-kata : I Love you. “

“Gue matre karena gue realistis.
Gak usah sok gak butuh duit deh.”

Hmm, mendengar ucapan mereka, saya pun berpikir : Kayaknya, jaman memang sudah berubah. Kalau dulu, para cewek sering malu dan nggak mau ngaku kalau dirinya matre.
Sekarang….mereka lebih berani dan nggak malu-malu bilang : GUE MEMANG MATRE. SO WHAT GITU LHO?

Waduh, usai posting tulisan ini saya lebih baik kabuuurr sebelum dijitakin rame-rame sama cewek yang merasa tidak matre. TAKUUUUTTT!!! Opss salah….Cewek MATRE! Hahahaha……

” SELINGKUH itu indah adanya ^_^

⁠⁠
Dear BB,

Aku sedang bingung. Aku ingin curhat padamu BBku. Aku mengenalnya baru saja. Masih dalam hitungan hari. Mengenal namanya sudah sejak lama, namun selama ini aku cuek aja, karena kupikir dia pasti akan sama dengan yang sudah-sudah. Singgah sebentar dihati dan kemudian menjadi membosankan.

Namun ada yang berbeda ketika orang mulai membicarakannya. Apakah aku yang terlambat untuk penasaran berkenalan dengannya? Beberapa teman sudah menjadi bagian dari dirinya, aku jadi takut. Andai aku mendekat, akan jadi nomor berapakah diriku buatnya?

Akhirnya aku coba juga datang menyapanya. Ternyata mudah untuk mendakatinya. Dalam satu langkah aku sudah menggenggamnya. Pantas saja teman-temanku yang lain berlomba-lomba mendekatinya.

Dia memang mudah digenggam, sayang sulit ditaklukkan. Aku sedang berusaha mendalami karakternya. Kucoba menggali jati dirinya yang sebenarnya. Akankah aku bisa bertahan bersamanya ?


Hm.. aku takut jika aku sudah nyaman berada bersamanya, aku akan melupakan yang setia bersamaku selama ini. Memang yang sekarang ada kadang menjemukan. Namun terkadang aku memanfaatkannya dengan riang. 


Apakah aku tetap mencoba mengenalnya lebih jauh ? walaupun aku nggak tau apa aku mampu, semoga teman-temanku mau membantuku untuk mengulik2 dirinya. Apakah aku boleh tidak setia dengan pendampingku saat ini? sekarang saja aku sudah jarang bercengkrama bersama. Atau haruskah aku selingkuh dengan keduanya ?


Diposting ketika sedang bingung akankah belajar ngPLURK, TWITTER, ngeMP, atau bertahan dengan jejaring sosial FESBUK doank. Masih bingung dengan PLURK, TWITTER dan Lain lain. Jadul bangetkan? baru punya akun plurk sekarang.

Hahahaha…… Pada ketipu semua!!

~ DIA ~

Dari awal aku sudah merasa ada rasa yang berbeda dengan DIA.

DIA adalah orang yang sederhana, baik, ramah, humble, smart dan yang paling menarik

DIA adalah orang yang pandai membuatku menarik bibirku menjadi garis lengkung ke atas yang membentuk sederet gigi putihku keliatan.

Hariku menjadi indah bila bersama DIA.
Semuanya menjadi terasa menyenangkan bila DIA ada